Gambar unik untuk tebak tebakan ..

17.58 Add Comment
Salam sukses buat sobat semua, kali ni saya mau ngasih gambar gambar unik buat tebak tebakan nih langsung aja deh ceekidot...



1.  Dapatkah Anda menemukan Gambar tersembunyi?



 2. Temukan 30 Hewan dalam gambar ini


3. Temukan Orang di Gambar ini?


4. Temukan 9 Gambar tersembunyi?


 5. Temukan Gambar Bayi?


6. Temukan Wanita sedang tidur?


7. Temukan couple?!!!


8. #####@@@@!!!!


9. Ayooo, gambar apa coba yang Anda di bawah ini??!!


10. Gambar apa yang Anda lihat?!


11. Bisa gak temuka anjing di gambar di bawah ini?!


12. Ayoo semangat, temukan 5 binatang dalam gambar ini !?!


13. Lanjuttt, temukan lagi gambar yang tersembunyi dibawah:


14. Ada 12 gajah / 6 kepala??? hayoooo


15. Coba temukan 7 kuda dalam gambar ini?



16. Temukan 10 muka dalam gambar dibawah ini??!!


Udah puas belum nebak gambarnya? atau udah ketebak semua. Kalau semua dah ditebak sukses. okelah, 5 jempol buat Anda. hehehe! cukup sekian postingan tentang Kumpulan Gambar Unik Untuk tebak-tebakan. 

Kecerdasan Intrapersonal

11.50 Add Comment

Kecerdasan Intrapersonal

Kecerdasan intrapersonal merupakan kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak berdasarkan pemahaman tersebut. Kecerdasan ini meliputi kemampuan memahami kekuatan dan keterbatasan diri, kesadaran akan suasana hati, kehendak, motivasi, sifat, keinginan, serta kemampuan berdisiplin diri, dan menghargai diri.
Kemampuan yang terkait dengan kecerdasan intrapersonal adalah:
  • Kemampuan mengenali identitas/jati diri
  • Kemampuan memahami kelebihan dan kelemahan diri
  • Kemampuan mengendalikan dan memotivasi diri
  • Kemandirian
Kegiatan-kegiatan yang dapat membuat anak memahami seluk beluk tentang dirinya seperti perasaannya, cita-citanya, kesukaannya dapat digunakan untuk meningkatkan kecerdasan intrapersonal anak. Beberapa kegiatan ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a. Mengenali diri secara fisik
Anak dapat diajarkan mengenal nama dirinya; misal: “Ini Nayla” sambil meletakkan tangan pada dadanya sendiri, selain itu anak juga bisa diberi pertanyaan tentang nama dari bagian-bagian tubuhnya sendiri sambil memegangnya, misal: “Mana rambutmu? mana matamu? mana kakimu?” dan seterusnya setiap kali anak merespon dengan memegang bagian dari tubuhnya yang diminta.
b. Mengenal warna kesukaannya
Anak diberi kartu warna yang bermacam-macam, kemudian setiap kali anak diminta untuk menyebutkan warnanya diserta pertanyaan: “Kamu suka atau tidak warna ini?” melalui kegiatan ini, anak selain dapat mengenal warna-warna kesukaannya juga dapat menstimulasi kecerdasan visual.
c. Mengenal buah-buah kesukaan dan binatang kesayangannya
Semuanya dapat dilakukan dengan kegiatan seperti point B. Kegiatan ini juga dapat menstimulasi kecerdasan naturalis.
d. Mengenal cita-citaku
Anak diberi serial gambar tentang berbagai profesi seperti dokter, guru, pilot, polisi, petani, penyanyi, pedagang, dll kemudian anak ditanya “Besok kalau besar pengen jadi apa?”
e. Mengenal dan mengungkapkan perasaan
Anak diberi serial gambar tentang berbagai ekspresi wajah senang, sedih, takut, dan marah. Setelah anak mengenal masing-masing gambar, kemudian diberi pertanyaan “Apa yang kamu rasakan apabila mainanmu dirusak oleh orang lain?” apabila anak menjawab “Saya marah”, maka anak diminta untuk merespon sambil menunjukkan gambar yang sesuai. Demikian juga seterusnya. Banyaknya variasi perasaan yang diungkap disesuaikan dengan tahapan usia dan kemampuan anak.
f. Memotivasi diri
Anak diminta untuk melakukan suatu kegiatan dengan sejumlah rintangan, misalnya berjalan melewati jembatan buatan sepanjang 5 meter, setiap meter diberi rintangan berupa tali rafia yang diikatkan di bagian tiang bambu sebelah kanan dan sebelah kiri, dan rintangan itu dipasang semakin jauh semakin tinggi namun masih dalam jangkauan anak. Setiap kali anak berhasil melampaui rintangan, dia diperbolehkan mengambil bendera kecil yang ada di tiang bambu tersebut. Semakin besar motivasi anak untuk mengatasi rintangan dan berhasil mengatasinya, semakin banyak bendera yang dapat dikumpulkan. Apabila ada anak-anak lain, mereka diminta melakukannya secara bergantian, sementara yang lain menunggu giliran dapat diminta bersorak-sorak untuk memberikan dukungan. melalui kegiatan ini anak dapat dilatih untuk memotivasi diri.

Kecerdasan Interpersonal

11.48 Add Comment
Kecerdasan interpersonal merupakan kemampuan memahami dan membedakan suasana hati, kehendak, motivasi dan perasaan orang lain. Kecerdasan ini meliputi kepekaan terhadap ekspresi wajah, suara, maupun gerak isyarat tertentu. Individu yang memiliki kemampuan tinggi pada kecerdasan ini dapat memahami orang lain, sering menjadi pemimpin diantara teman-temannya, mengorganisasi dan berkomunikasi dengan tepat.
Kemampuan yang terkait dengan kecerdasan interpersonal adalah:
  • Kepekaan terhadap emosi, perasaan dan kehendak orang lain
  • Kemampuan bekerjasama dengan orang lain.
  • Kemampuan mengorganisir orang lain.
Kecerdasan interpersonal dapat distimulasi dengan kegiatan-kegiatan yang melibatkan orang lain, terutama yang dilakukan dengan bekerjasama. Beberapa permainan/kegiatan yang dapat diberikan antara lain:
1. Perkenalan dengan Orang Lain
Untuk anak-anak yang masih dibawah umur satu tahun, stimulasi ini dapat dilakukan dengan banyak membawa anak ikut serta pada berbagai kegiatan yang melibatkan orang banyak, misalnya pada kegiatan posyandu, kegiatan arisan, mengantar kakak ke sekolah dan lain sebagainya. Dengan terbiasa melihat orang banyak, anak akan tahu bahwa di luar dirinya dan keluarganya ada orang-orang lain lagi yang bisa bersama-sama dengan dirinya.
2. Bermain Gotong Royong
Untuk anak-anak yang sudah bisa bermain dengan keterampilan motoriknya, baik kasar maupun halus, maka berbagai permainan yang melibatkan kerjasama dengan orang lain dapat diperkenalkan. Misalnya:
a. Bermain memindahkan air; anak diberi seember air besar penuh, kemudian pada jarak 2 meter diberi ember yang sama besarnya tetapi kosong. Kemudian anak diberi gayung kecil dan ditugaskan untuk memindah air dari ember yang penuh ke ember yang kosong. Apabila anak terlihat kewalahan karena melakukannya sendiri, pendidik atau orang tua dapat meminta teman atau saudaranya untuk membantu. Setelah selesai, anak-anak ditanya, apa yang terjadi apabila ia harus melakukannya sendiri? Apa keuntungan kalau pekerjaan dikerjakan bersama-sama dengan orang lain? Dari kegiatan ini anak akan mengenal nilai kerjasama yakni pekerjaan yang berat menjadi ringan dan cepat selesai.
b. Bermain membangun istana pasir. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan mengajak anak-anak untuk bekerjasama, ada yang ditugasi untuk mengumpulkan pasir dengan sekop, ada pula yang ditugasi mengambil air, dan setelah itu anak-anak dapat membangun istana pasir bersama-sama dengan bimbingan orang tua dan pendidik.

Kecerdasan Visual-Spasial

11.47 Add Comment
Kecerdasan ini merupakan kemampuan memahami bangun tiga dimensi (ruang secara tepat). Kecerdasan ini meliputi kepekaan pada warna, garis, bentuk, ruang dan hubungan antar unsur-unsur tersebut. Kecerdasan ini meliputi kemampuan membeyangkan, dan menyampaikan ide dalam bentuk gambar dua mapun tiga dimensi.
Kemampuan yang terkait dengan kecerdasan visual-spasial adalah:
  • Mengenal bentuk, misalnya bentuk-bentuk geometri (bola, lingkaran, balok, wajik, segitiga, kubus, dll)
  • Mengenal warna
  • Membuat bentuk atau rancang bangun
Beberapa macam permainan yang dapat diterapkan guna mengembangkan kecerdasan visual-spasial adalh seperti berikut:
1. Bermain Warna
Orangtua atau pendidik dapat mengenalkan berbagai macam warna pada anak melalui krayon dan cat air. Permainan dengan cat air dapat dilakukan dengan mengenal warna-warna tertentu dan mencampur berbagai warna untuk mendapatkan warna baru. Permainan ini bermanfaat untuk melatih kepekaan anak pada berbagai warna, kemampuan selanjutnya akan mengembangkan jiwa seni anak.
2. Bermain Balok Kayu
Permainan balok kayu bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan anak untuk membuat rancang bangun tertentu. Dalam permainan ini anak dilatih membut berbagai bentuk bangun dari balok-balok kayu, seperti membuat rumah, menara, istana, jembatan, dll.
3. Bermain Bongkar Pasang
Permainan ini terbuat dari benda-benda kecil yang sama yang dapat dihubungkan satu dengan yang lain. Permainan bongkar pasang dapat merangsang kemampuan anak untuk membuat bentuk benda atau bengunan tertentu (misalnya mobil-mobilan, pistol-pistolan, dll). Permainan ini ditujukan untuk dapat merangsang kreatifitas anak.

4. Bermain Pasir
Bermain pasir memang membuat anak nampak kotor. Namun anak sangat senang dan menikmati jenis permainan ini. Pemainan ini dapat mengembangkan kemampuan anak merancang bangun dan mengembangkan kreatifitas anak. Orang tua dan pendidik perlu mengijinkan dan mengajak anak untuk bermain pasir yang ada di lingkungan dengan tetap melakukan pengawasan dan pengarahan tentang segala macam aktifitas anak.

Kecerdasan Natural

11.46 Add Comment
Kecerdasan natural merupakan kemampuan mengenali dan mengkategorikan hewan atau tumbuhan di lingkungan sekitar. Kecerdasan ini meliputi kepekaan pada gejala alam, seperti cuaca, bentuk awan, dan gunung-gunung.
Kemampuan yang terkait dengan kecerdasan naturalis adalah:
  • Kemampuan beternak
  • Kemampuan berkebun, memelihara tanaman
  • Kepekaan terhadap gejala alam
Kecerdasan naturalis dapat distimulasi dengan memperkenalkan dan menumbuhkan minat anak pada fenomena-fenomena alam, seperti pada tumbuhan, binatang, dan benda-benda alam lainnya. Kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:
1. Berjalan-jalan mengenal lingkungan luar rumah
Untuk anak-anak yang masih sangat kecil, maka stimulasi kecerdasan naturalis dapat dilakukan dengan membiasakan indera anak pada benda-benda alam, misalnya melihat pohon-pohon disekitar rumah atau di taman, mendengarkan gemericik air mengalir, suara ayam berkokok, kucing mengeong, cicak berdecak dan lain sebagainya.
2. Melihat gambar-gambar atau VCD tentang alam dan belajar mengenal nama-namanya
Untuk anak yang sudah lebih besar, misal 2-3 tahun mereka dapat diperlihatkan buku-buku bergambar yang berwarna tentang buah-buahan, tanam-tanaman, dan berbagai macam binatang serta pemandangan alam dan lautan. Disamping diperkenalkan pada penglihatan berbagai fenomena alam, anak sekaligus duperkenalkan pada sebutan nama masing-masing. Supaya anak lebih ingat, hendaknya cara memperkenalkan dilakukan melalui teknik bercerita, dengan demikian anak akan mengenal dan mengingatnya melalui suatu konteks.
3. Mengajak anak tamasya
Supaya anak lebih riil mengenal alam yang sudah banyak diperkenalkan lewat buku-buku bergambar, maka anak perlu diajak untuk bertamasya, sekali tempo ke pegunungan, lalu ke pantai, kemudian ke kebun binatang. Sambil bertamasya orang tua dan pendidik dapat mengajukan berbagai pertanyaan terkait dengan pengetahuan yang sudah dipelajari. kegiatan-kegiatan yang dilakukan dengan konsep tamasya ini dapat menggugah anak akan kecintaan kepada alam.